Sudah hampir 4.54 Triliun tahun umur bumi kita, 7 miliar manusia sudah berada di atas permukaan bumi. Ditambah belakangan ini, kulit bumi kita lagi gatel. Negera kita sendiri yang merasakan efek gatel kulit bumi bagian kerak ini. Banyak gunungapi bumi yang meletus, seperti gunungapi Merapi dan Bromo. Gunungapi-gunungapi yang mulai gonjang ganjing ini diakibatkan proses penunjaman lempeng antara lempeng benua dan samudra, maksudnya???
Jadi menurut pakar ahli, negara kepulauan tercinta ini berada di area penunjaman lempeng. Lempengnya terdiri dari Lempeng Eurasia, Australia, Filipina dan Pasifik (Woow!) dimana lempeng-lempeng ini bergerak terus tiap beberapa cm per tahunnya. Nah, karena udah beberapa tahun bergerak lempeng-lempeng ini saling bertumbukan, karena lempeng benua (mis. Eurasia) lebih tinggi posisinya dibanding lempeng samudra (mis. Australia) maka lempeng samudra akan menunjam ke bawah lempeng benua. Material-material batuan pada kedua lempeng pada daerah penunjaman akan saling bergesek, panas, dan meleleh membentuk magma. Karena muka dan lapisan tanah ini ga lempeng-lempeng semua. Ada yang patah, ada yang merekah, maka lewat rekahan2 bumi itu magma menjalar, mendorong lapisan bumi terangkat dan membentuk gunungapi. Tapi sekali lagi dalam waktu yang lama.
Nah, dalam penunjaman ada juga bagian lempeng yang tiba-tiba patah akibat terhambatnya penunjaman. Seperti penggaris kalo ditahan dan di tekan terus, kan melengkung tuh... klo ditekan terus, patahkan? Anggap seperti itu, lalu patahannya menggoyahkan samudra di atasnya... Jadilah, gempa tektonik plus tsunami. Biasanya dalam jangka waktu geologi yang tidak lama, kejadian gempa tektonik ini juga memicu gejolak magma dalam perut gunungapi. Mampu membangkitkan gunungapi mati menjadi aktif (mis. Gunung Sinabung).








2 comments:
hehehehe.. tulisan pertama begitu menggoda ;)
Hehehe... yang komentar pun tergoda dan digoda oleh yang nulis dan tulisannya... ;;)
Post a Comment